07 April 2015

Short Film Advertising - Part 2







Setelah di Part 1, saya mengutip beberapa literatur tentang short film advertising, sekarang saya lanjut dengan teori iklannya, dimana teori-teori film pendek iklan mengacu pada teori-teori iklan yang sudah ada sebelumnya, karena iklan film pendek adalah produk komunikasi massa yang bertujuan mempromosikan produk. Iklan yang dikemas dalam film pendek ditampilkan melalui proses pencitraan, sehingga citra produk lebih mendominasi bila dibandingkan dengan produk itu sendiri. Oleh karena itu menurut (Jib Flowers, 1996), yang dikutip Bungin, iklan tidak sekedar media komunikasi, namun terpenting adalah muatan konsep komunikasi massa yang terkandung di dalamnya (2008:81). Terlebih lagi konsep iklan dalam film pendek tersebut harus mampu mewakili maksud produsen untuk mempublikasikan produk-produknya, serta konsep tersebut harus dipahami oleh penonton sebagaimana yang dimaksud oleh creator film tersebut.

Beberapa jenis short film advertising :

NO
JUDUL
DURASI
TAHUN
BRAND/ KLIEN
1

Jennifer Lopez, Beyonce & David Beckham - Pepsi Commercial 2005

01.56
2005
PEPSI
2

The Hire - Ambus
07.42
2007
BMW
3

Procter & Gamble Pantene - Chrysalis

04.02
2009
Pantene, P&G
4
Art Class
02.05
2011
Magnum Ice Cream
5
CloseUp Fresh To Move On
17.59
2012
Close Up
6

Experience the Sun: Suncatchers

11.56
2012
Sun Life Insurance
7
Stranger
14.32
2012
Petronas
8
The Fame
08.32
2012
Lady Gaga  Parfume
9
Hi Hey Hello
04.48
2013
samsung S4
10
The Key
03.35
2013
Justine fragrance
11
Fix It In Post
08.26
2013
Autodesk Smoke
12
Desire
13.30
2013
JAGUAR F Type
13
Durable Love
11.42
2013
Acer
14
H & M
01.41
2013
H & M Bodywear
15
Unsung Hero
03.05
2014
Thai Life Insurance
16

Back To School

04.14
2014
PEPSI


01 April 2015

Short Film Advertising - Part 1

Short film advertising adalah iklan (advertising) dengan format film pendek (short film). Artikel tentang iklan format film pendek pernah ditulis oleh Mike Eisenberg, seorang film maker (2010) berjudul "ShapeShifter’: Are Short Films the Future of Advertising".  Mike Eisenberg mengulas tentang film pendek ShapeShifter yang menurut Mike merupakan bentuk iklan masa depan, "In my opinion, we should promote long form, subtle advertising like ShapeShifter and usher in a new era of intriguing and engaging commercialism" (Menurut pendapat saya, kita harus mempromosikan dengan durasi panjang, iklan yang halus seperti Shapeshifter telah mengantar era baru periklanan menjadi lebih menarik).
Artikel lainnya ditulis oleh Bill Kolbenschlag, Journalism professor at Kean University (2014) dengan judul "Are Short Films the Future of Commercials". Bill menulis iklan televisi hampir tidak efektif lagi, karena orang yang menonton siaran TV mulai berkurang. Sebaliknya, trend bergerak menuju menonton video online. "Orang dewasa secara online yang menonton atau men-download video juga telah berkembang selama empat tahun terakhir, dari 69% pengguna internet dewasa di tahun 2009 menjadi 78% saat ini," tulis Bill yang dikutip dari  Kristen Purcell ( Pew Research Project Internet). Akibatnya para pemilik brand atau produk dipaksa untuk membuat konten yang menarik di internet, salah satunya dengan membuat iklan format film pendek. Salah satu iklan yang dikemas dalam format film pendek yang sukses dan sangat sensasional saat ini adalah The Last Game,” film yang diproduksi untuk mengkomunikasikan tentang sepatu Nike berdurasi 5 menit 28 detik ini menampilkan versi animasi dari bintang seperti Neymar, Howard, dan Ronaldo, dan berhasil meraih hampir 79 juta viewer YouTube.
Istilah iklan format film pendek memang hingga saat ini belum baku. Bill Kolbenschlag (2014), dalam artikelnya menyebut iklan format film pendek sebagai "The Longform Ads", "... Using longform ads also puts more eyeballs on brands’ videos, according to Robert Smith of Robert Smith & Associates, an ad agency in Loves Park, Ill." Jason Sondhi (2011), dalam artikelnya yang berjudul "Truth In Advertising" menyebut iklan format film pendek sebagai Internet film pendek (internet short film), "...Internet short film is a remarkable genre, being 10 years old does not qualify as vintage in most any other category, but it is the case on the web, and is the case with Truth in Advertising". Sedangkan Terence Shimp (2007) dalam bukunya "Advertising, Promotion, and Other Aspects of Integrated Marketing Communications, 7th ed," menyebut "web films" untuk iklan film pendek yang ditayangkan melalui media internet "...Another film-related advertising medium is Web films. This form of advertising involves producing short films that feature the advertised brand and are available on the Internet for free viewing. BMW introduced this advertising genre when in 2000 it presented Clive Owen as “The Driver” in five films titled Ambush, Chosen, The Follow, Star, and Powder Keg.31 The Driver appeared in each actionpacked film driving a different BMW vehicle, all of which served to portray BMW vehicles in the most positive light".

 Istilah Iklan Film Pendek  (Short Film Advertising) menurut saya lebih tepat karena dalam produksi iklan format film pendek mengacu pada prinsip-prinsip atau teori-teori periklanan dan teori film, khususnya film pendek. Istilah Short Film Advertising juga digunakan Mike Eisenberg (2010), dalam artikelnya, "Short film advertising is fast becoming an art, and one that stirs conversation when the film is over and the product logo mysteriously appears". Dalam penelitian yang dilakukan oleh Binia Kohlepp (International Marketing Communication Thesis, 2012), yang berjudul "Short Film Advertising. Does Traditional Advertising Theory Still Apply?" menggunakan istilah film pendek iklan (short film advertising) untuk menyebut iklan format film pendek.
Lanjut Part 2 ya.....